12 Mei 2026
3efe9c6315f936092a19342ac8682f71-copy-copy

Demam berdarah dengue atau lebih populer dengan sebutan DBD, merupakan penyakit yang banyak menjangkit ribuan orang. Terutama dari kalangan anak-anak. Penyebab dari penyakit ini adalah karena gigitan dari nyamuk Aedes aegypti. Ketika terkena gigitan oleh nyamuk ini, tubuh akan terkena infeksi dari virus dengue. Kemudian setelah virus masuk ke dalam tubuh ada jeda waktu atau masa inkubasi antara empat hingga tujuh hari hingga gejala awal dari DBD muncul. Entah itu berupa demam tinggi, sakit kepala, mual, dan lain-lain.

Nyamuk Aedes aegypti berbeda dengan nyamuk lain, untuk nyamuk ini dia aktif pada saat pukul 7-8 pagi hingga menjelang pukul 5-6 sore hari. Sedangkan untuk nyamuk malaria dia aktif pada saat malam hari. Kemudian Gejala dari DBD sendiri terbagi menjadi dua macam, ada yang tergolong ringan dan ada yang tergolong berat. Untuk kategori ringan biasanya hanya berlangsung 10 hari, kemudian sembuh dengan sendirinya. Sedangkan untuk kategori berat dapat berakibat dropnya trombosit. Tentunya kondisi seperti ini dapat membahayakan dan sangat berpotensi komplikasi pendarahan serta syok, atau disebut  juga dengan dengue shock syndrome (DSS) dan dapat beresiko kematian.

Gejala dari DBD dengan kategori berat antara lain, nyeri parah pada perut, gusi berdarah, mimisan, sesak napas, serta lain-lainnya. Maka saat anda merasakan gejala yang telah disebutkan, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Walaupun hanya sebatas demam,  Sebab antara demam biasa dengan demam DBD secara kasat mata tidak bisa dibedakan. Karena diperlukan pengecekan laboratorium untuk mengetahui apakah ini demam biasa atau DBD. terlebih saat musim hujan seperti ini, sebab curah hujan yang tinggi membuat nyamuk dapat berkembang biak secara baik. Sedangkan untuk cara pencegahannya berikut pembahasannya.

Menguras Tempat Air

Menguras tempat-tempat air merupakan hal yang wajib. Sebab air adalah tempat dari nyamuk Aedes aegypti ini berkembang biak. Untuk itu selalu bersihkan tempat-tempat penampungan air yang merupakan sarang dari jentik nyamuk ini, baik itu bak mandi, drum air, dan lain-lainnya. Serta jangan lupa untuk menggosoknya karena telur dari nyamuk ini biasa menempel pada dinding bak mandi. Terlebih saat musim hujan agar siklus hidup dari nyamuk ini dapat terputus.

Menutup Serta Mengubur

Selalu tutuplah tempat-tempat air seperti bak mandi atau wadah -wadah yang berpotensi menampung terhadap air. Selain menutup tempat air, anda juga perlu mengubur barang-barang yang bekas di dalam tanah. Untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang dari nyamuk.

Memanfaatkan limbah

Setelah dua cara yang telah disebutkan, anda juga perlu untuk memanfaatkan kembali limbah dengan mendaur ulangnya. Selain dapat mencegah dari sarang nyamuk, memanfaatkan limbah yang dapat didaur ulang seperti barang rongsok dapat bernilai ekonomis.

Sedangkan untuk tambahan dari tiga hal di atas yang perlu anda terapkan, anda juga dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk ini dengan semisal, memelihara ikan kecil pemakan jentik-jentik, memakai obat nyamuk,  fogging nyamuk, menaburkan serbuk untuk mematikan jentik-jentik nyamuk seperti Abate. Cara-cara ini akan sangat efektif untuk mengurangi jumlah populasi dari nyamuk ini.

Sekian ulasan tentang apa itu DBD dan bagaimana mencegahnya, semoga dapat membantu. Sehat itu mahal, Lebih baik mencegah daripada mengobati.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *