14 Oktober 2026
Drone yang digunakan untuk dokumentasi udara di destinasi wisata dengan memperhatikan regulasi penerbangan

Mengabadikan pemandangan dari udara kini semakin mudah berkat teknologi drone.

Tidak heran jika banyak wisatawan, fotografer, dan pembuat konten memanfaatkan perangkat ini untuk menghasilkan foto maupun video dengan sudut pandang yang berbeda.

Namun, menerbangkan drone bukan hanya soal mendapatkan sudut gambar yang menarik.

Pengguna juga perlu memahami cara mengoperasikan perangkat dengan aman, mengenali kondisi yang berisiko, serta mematuhi aturan penerbangan.

Pengetahuan tersebut bisa diperoleh melalui pelatihan pilot drone, terutama bagi mereka yang ingin menggunakan drone secara lebih serius.

Apakah Drone Boleh Diterbangkan di Semua Tempat Wisata?

Pada dasarnya, penggunaan drone untuk mengambil gambar di tempat wisata perlu mempertimbangkan aturan penerbangan dan kebijakan setempat.

Pantai, pegunungan, taman rekreasi, kawasan cagar budaya, hingga destinasi wisata yang berada di sekitar bandara dapat memiliki ketentuan berbeda.

Beberapa pengelola wisata memperbolehkan penggunaan drone dengan persyaratan tertentu.

Ada pula lokasi yang membatasi penerbangan demi menjaga kenyamanan pengunjung, melindungi satwa, mempertahankan ketenangan kawasan, atau menghindari gangguan terhadap aktivitas wisata.

Karena itu, jangan langsung menerbangkan drone hanya karena tidak menemukan papan larangan.

Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu kepada pengelola mengenai kebijakan dokumentasi udara, kebutuhan izin, dan area yang diperbolehkan untuk menerbangkan drone.

Memahami Aturan Menerbangkan Drone di Tempat Wisata

Selain aturan dari pengelola, pengguna drone perlu memperhatikan ketentuan penerbangan yang berlaku di Indonesia.

Salah satu regulasi yang relevan adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

Regulasi tersebut mengatur pengoperasian drone, termasuk ketentuan ruang udara dan persetujuan untuk kondisi tertentu.

Sebagai contoh, pengoperasian di ruang udara terkendali memerlukan persetujuan yang sesuai, sedangkan penerbangan di kawasan keselamatan operasi penerbangan juga memiliki ketentuan khusus.

Persyaratan dapat berbeda bergantung pada lokasi dan kondisi operasional.

Oleh sebab itu, penting untuk memastikan apakah destinasi yang dituju berada di kawasan dengan pembatasan penerbangan.

Jangan menganggap seluruh wilayah yang jauh dari keramaian pasti aman atau bebas dari persyaratan perizinan.

Informasi mengenai ketentuan tersebut dapat ditelusuri melalui situs resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan JDIH Kementerian Perhubungan.

Pastikan pula untuk memeriksa pembaruan regulasi sebelum melakukan penerbangan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerbangkan Drone

Agar kegiatan dokumentasi berjalan lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum membawa drone ke lokasi wisata.

1. Periksa Kebijakan Pengelola Wisata

Hubungi pengelola untuk memastikan apakah drone diperbolehkan.

Tanyakan juga apakah ada prosedur izin khusus, batas waktu penggunaan, atau area yang tidak boleh dilintasi.

2. Pastikan Lokasi Aman untuk Penerbangan

Perhatikan keberadaan bandara, helipad, kawasan terbatas, dan area lain yang memiliki pembatasan ruang udara.

Jangan menerbangkan drone di lokasi yang memerlukan persetujuan sebelum persyaratan tersebut dipenuhi.

3. Jaga Jarak dari Pengunjung

Hindari menerbangkan drone terlalu dekat dengan orang lain. Kerumunan dapat meningkatkan risiko jika perangkat kehilangan kendali atau mengalami gangguan teknis.

Pilih area yang aman dan tidak mengganggu aktivitas pengunjung.

4. Hormati Privasi Orang Lain

Tidak semua orang nyaman direkam dari udara. Hindari mengambil gambar yang menyoroti aktivitas pribadi tanpa persetujuan, terutama di area penginapan, ruang privat, atau tempat yang membutuhkan perlindungan privasi.

5. Periksa Cuaca dan Kondisi Perangkat

Angin kencang, hujan, serta perubahan cuaca dapat memengaruhi kestabilan penerbangan.

Periksa kondisi baterai, baling-baling, koneksi, dan fungsi perangkat sebelum lepas landas.

Mengapa Keselamatan Drone Tidak Boleh Diabaikan?

Drone memang praktis untuk menghasilkan dokumentasi yang menarik, tetapi pengoperasiannya tetap memiliki risiko.

Kesalahan pengendalian dapat membahayakan pengunjung, merusak fasilitas, atau mengganggu penerbangan lain apabila dilakukan di lokasi yang tidak tepat.

Pengguna juga perlu memahami kemampuan perangkat, batas operasional, dan prosedur menghadapi situasi yang tidak terduga.

Pengetahuan tersebut membantu pilot mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab, bukan sekadar mengejar hasil gambar yang bagus.

Kesimpulan

Menerbangkan drone di tempat wisata bisa dilakukan apabila lokasi, ketentuan pengelola, kondisi ruang udara, dan persyaratan yang berlaku memungkinkan.

Sebelum terbang, pastikan aturan sudah diperiksa, izin yang diperlukan telah dipenuhi, serta keselamatan dan privasi pengunjung tetap menjadi prioritas.

Setiap lokasi memiliki karakteristik dan ketentuan berbeda, sehingga pengguna perlu mencari informasi sebelum menerbangkan drone.

Dengan memahami regulasi drone yang berlaku, pengguna dapat mengetahui ketentuan penerbangan yang perlu diperhatikan agar kegiatan dokumentasi udara berlangsung lebih aman dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *